Translate

Daftar Blog Saya

30 Agustus 2026

Karhutla dan Kabut Asap: Dampaknya Mulai Menghantam Sendi Kehidupan Masyarakat


Pontianak, Nuusantara News -Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah saat ini mulai menimbulkan keresahan masyarakat. Kabut asap yang semakin pekat membuat jarak pandang terbatas dan mengganggu aktivitas sehari-hari.


Dampaknya mulai dirasakan di berbagai sektor. Anak-anak dan orang tua menjadi kelompok yang rentan terdampak buruknya kualitas udara. Aktivitas ekonomi juga mulai melemah. Sejumlah lahan pertanian dan perkebunan terbakar, petani kesulitan bercocok tanam, sementara harga sejumlah kebutuhan pangan mulai meningkat.


UMKM turut merasakan tekanan karena daya beli masyarakat menurun. Persoalan air bersih juga mulai menjadi perhatian. Cadangan air hujan semakin menipis, sementara kebutuhan air minum meningkat dan harga air galon mulai terasa mahal.


Dunia pendidikan pun ikut terdampak. Sejumlah sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar demi melindungi kesehatan anak-anak. Namun, apabila kondisi ini berlangsung lama, proses pembelajaran dan interaksi sosial anak tentu ikut terganggu.


Dari sisi sosial, melemahnya aktivitas ekonomi berpotensi meningkatkan pengangguran dan menambah beban masyarakat. Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api, tetapi juga harus memperhatikan dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan.


Kita patut mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta TNI, Polri, BPBD, MPA, relawan dan seluruh pihak yang terus bekerja di lapangan menangani karhutla.


Namun, persoalan ini juga menjadi pertanyaan besar bagi kita semua: apakah karhutla hanya sebuah bencana, akibat kelalaian manusia, atau sebuah peringatan agar kita lebih serius menjaga alam?


Yang pasti, alam yang rusak pada akhirnya akan memberikan dampak kepada manusia.


Semoga kondisi ini segera berakhir. Kabut asap kembali hilang, udara kembali bersih, air kembali tersedia, kegiatan ekonomi kembali bergerak, dan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman.


Mari jadikan karhutla sebagai pelajaran untuk menghentikan keserakahan dan menjaga alam demi Indonesia yang sehat, damai, dan bahagia. Andi Tendri Sangka