Translate

Daftar Blog Saya

07 April 2026

Dugaan Pengeroyokan PNS IAIN Pontianak Oleh Oknum Panitia Pertandingan Silat Sakera Cup ll, Kasus Dilaporkan ke Polisi


Pontianak – Insiden dugaan kekerasan terhadap seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan IAIN Pontianak memasuki babak serius. Peristiwa yang melibatkan oknum panitia  pertandingan tersebut kini telah resmi dilaporkan oleh BPKBH ke pihak kepolisian setempat Polsek Pontianak Selatan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.


Berdasarkan kronologi yang dihimpun dari petugas keamanan kampus, kejadian berlangsung pada Sabtu malam, 5 April 2026, sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, korban bernama Riski yang sedang berada di area kampus secara tidak sengaja menyenggol kaki seorang panitia kegiatan pertandingan  silat yang menggunakan fasilitas gedung IAIN Pontianak.


Meski korban telah menyampaikan permisi untuk melintas, diduga pihak panitia tidak mengindahkan hal tersebut. Situasi kemudian memanas dan berujung pada cekcok antara kedua belah pihak.


Ketegangan tersebut tidak berhenti pada adu mulut. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, insiden berkembang menjadi aksi kekerasan fisik. Korban Riski diduga mengalami pemukulan oleh lebih dari satu orang yang mengaku sebagai panitia pertandingan silat. Bahkan, menurut pengakuan korban, aksi pengeroyokan terjadi saat dirinya masih berada di dalam mobil, saat korban membuka pintu kaca mobil saat itu lah dilakukannya pemukulan, sehingga korban tidak memiliki ruang untuk membela diri.


“Korban merasa dipukul oleh dua hingga tiga orang atau lebih, bahkan dari dalam mobil hingga keluar kendaraan masih mendapatkan hantaman,” demikian keterangan yang dihimpun dari pihak keamanan.


Petugas satuan pengamanan (satpam) kampus yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian. Tim satpam yang bertugas pada shift sore berhasil mengamankan situasi dan mendamaikan kedua belah pihak di tempat.


Namun demikian, upaya damai tidak berlanjut. Korban menolak penyelesaian secara kekeluargaan karena merasa mengalami kekerasan secara tidak seimbang dan dalam kondisi tidak mampu melakukan perlawanan.


Peristiwa ini menimbulkan sorotan serius terkait penggunaan fasilitas kampus oleh pihak luar. Tindakan kekerasan yang terjadi dinilai mencederai nilai-nilai akademik serta ketertiban yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan pendidikan.


BPKBH selaku pihak yang mendampingi korban telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Selatan setempat. Diharapkan, aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini secara objektif, transparan, dan berkeadilan.


Sementara itu, pihak kampus menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan integritas lingkungan akademik, serta akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme peminjaman fasilitas agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.


Nuusantara News juga telah menghubungi ketua panitia pertandingan Silat Sakera Cup ll, dalam pernyataan ketua panitia tersebut menyampaikan berupaya utk di lakukannya upaya damai namun korban Riski tetap menolak dan melanjutkan ke APH. Red