Pontianak, 16 Februari 2026 - Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Pontianak.
Kerukunan antara etnis Tionghoa dan Melayu kembali terlihat nyata dalam perayaan yang berlangsung meriah di berbagai sudut kota.
Etnis Tionghoa di Pontianak memeriahkan malam Imlek dengan memasang lampion berwarna merah, ornamen khas Imlek, serta berbagai atribut budaya lainnya di sepanjang jalan dan kawasan permukiman.
Cahaya lampion yang menghiasi kota menciptakan suasana semarak sekaligus simbol harapan dan keberuntungan di tahun yang baru.
Menariknya, kemeriahan tersebut turut mendapat dukungan dan partisipasi dari masyarakat Melayu setempat. Etnis Melayu Kota Pontianak ikut memeriahkan perayaan dengan menggelar arak-arakan obor yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Arak-arakan tersebut menjadi simbol persaudaraan dan keharmonisan antarumat beragama di kota ini.
Partisipasi umat Muslim dalam menyemarakkan perayaan Imlek menjadi wujud nyata eratnya hubungan persaudaraan antara komunitas Melayu Muslim dan Tionghoa.
Momentum ini sekaligus mempertegas identitas Pontianak sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa kebersamaan seperti ini telah lama terjalin dan menjadi bagian dari kehidupan sosial warga Pontianak. “Perbedaan bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk mempererat persatuan,” ujarnya.
Perayaan Imlek tahun ini tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga menjadi simbol harmoni yang terus terjaga di tengah keberagaman masyarakat Pontianak. Semangat saling menghormati dan mendukung antar etnis diharapkan terus tumbuh demi menjaga persatuan dan kedamaian di Bumi Khatulistiwa. (Sudirman)











