Pontianak - Menanggapi polemik penyaluran MBG di SMP Negeri 19 Kota Pontianak, Kepala SMP Negeri 19 Pontianak menyampaikan klarifikasi resmi kepada Nuusantara News terkait kejadian yang terjadi pada Senin, 22 Desember 2025.
Kepala sekolah menjelaskan bahwa terjadi miskomunikasi dan kesalahan teknis dalam pembagian MBG. Pada saat pembagian, sebagian siswa menerima dua paket MBG, padahal seharusnya setiap siswa hanya menerima satu paket. Akibatnya, ketika siswa lain datang belakangan, paket MBG tidak lagi mencukupi, sehingga ada siswa yang belum menerima.
“Kejadian ini merupakan kekeliruan dalam pembagian di lapangan dan tidak ada unsur kesengajaan,” ujar kepala sekolah.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Kepala SMP Negeri 19 Pontianak ibu Heppy Fitri Yenny S.Pd. M. Pd menegaskan bahwa sekolah siap mengganti MBG bagi siswa yang belum menerima dengan makanan kering, agar seluruh siswa tetap memperoleh haknya.
Selain itu, pihak sekolah juga menyatakan akan melakukan pendataan ulang dan mengumumkan daftar siswa yang telah menerima MBG, guna memastikan tidak terjadi penerimaan ganda serta meningkatkan transparansi ke depan.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat dan sebagai komitmen sekolah dalam menyelesaikan persoalan secara bertanggung jawab.
Nuusantara News akan terus memantau tindak lanjut dari pernyataan tersebut serta membuka ruang klarifikasi lanjutan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

