Pontianak, Nuusantara News - Budak Melayu Pontianak (BMP) menggelar pertemuan silaturahmi sekaligus pembentukan kepengurusan organisasi di salah satu kafe di Kota Pontianak. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat kebersamaan serta komitmen untuk menjaga dan melestarikan budaya Melayu Pontianak.
Dalam musyawarah yang berlangsung penuh semangat kekeluargaan, Anggih Febri Ardika, S.H. secara mufakat terpilih sebagai Ketua Umum Budak Melayu Pontianak (BMP). Sementara itu, Kamil Onte (Sukep) dipercaya mendampingi sebagai Ketua Harian.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, seluruh peserta berharap BMP dapat menjadi wadah yang aktif dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan kembali berbagai budaya Melayu Pontianak kepada generasi muda.
Ketua Umum terpilih, Anggih Febri Ardika, S.H., diharapkan mampu membawa BMP menjadi organisasi yang berperan dalam melestarikan berbagai tradisi dan permainan rakyat khas Pontianak yang kini mulai jarang dimainkan dan terancam punah akibat perkembangan zaman.
Selain menetapkan Ketua Umum dan Ketua Harian, forum juga membentuk struktur Himbalang, yaitu perwakilan Ketua Umum yang bertugas memimpin serta mengoordinasikan kegiatan BMP di masing-masing kecamatan. Salah satu yang ditetapkan adalah Aldi Supiadi sebagai Himbalang Kecamatan Pontianak Timur.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus juga menyepakati salah satu agenda rutin organisasi, yakni program “Jumat Berkurung”. Program ini mengajak seluruh anggota BMP untuk mengenakan baju kurung atau Telok Belanga setiap hari Jumat sebagai bentuk kecintaan, kebanggaan, dan upaya nyata melestarikan identitas budaya Melayu Pontianak.
Melalui kepengurusan yang baru, BMP diharapkan dapat menjadi organisasi yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi masyarakat Melayu Pontianak, tetapi juga menjadi pelopor dalam menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi penerus. (Dny)

