Translate

Daftar Blog Saya

25 Februari 2026

Proyek Turap/Bronjong SMAN 2 Siding TA 2025 Ditangani Kejari, Ini Tanggapan Dinas Pendidikan


Bengkayang, Kalbar – Proyek pembangunan turap/bronjong (Dinding Penahan Tanah/DPT) di SMA Negeri 2 Siding, Kecamatan Siding, Tahun Anggaran 2025 dengan pagu sekitar Rp1,4 miliar, dikabarkan telah masuk dalam penanganan Kejaksaan Negeri Bengkayang.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, aparat penegak hukum tengah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) atas laporan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan nilai anggaran.


Tanggapan Resmi Dinas Pendidikan


Sementara itu, berdasarkan surat resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Nomor 400.3.13.1/2gr/DIKBUD-C tertanggal Januari 2026 yang diterima redaksi, pihak dinas memberikan klarifikasi sebagai berikut:


Pekerjaan pembangunan turap bronjong/DPT SMAN 2 Siding TA 2025 dilaksanakan oleh CV. Yesa Kusuma Bangsa melalui proses tender/lelang terbuka yang dilaksanakan oleh LPSE Provinsi Kalimantan Barat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Hingga batas akhir kontrak 22 Desember 2025, pekerjaan memang belum mencapai 100 persen. Namun, pihak pelaksana telah diberikan addendum pemberian kesempatan serta dikenakan denda sebesar 1/1000 per hari dari nilai kontrak sesuai ketentuan yang berlaku.


Terkait penggunaan material batu, dinas menjelaskan bahwa material dibeli dari perusahaan resmi, yaitu Quary Pakeng CV. Limawan Kabupaten Bengkayang.


Surat tersebut ditandatangani oleh Plh. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Alkadri, S.STP., MM.


Proses Hukum dan Asas Praduga Tak Bersalah


Dengan adanya penanganan oleh pihak kejaksaan, proses selanjutnya akan bergantung pada hasil pendalaman dan klarifikasi lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Kejaksaan Negeri Bengkayang terkait status hukum perkara tersebut.


Media ini tetap menjunjung asas praduga tak bersalah serta keterbukaan informasi publik, dan akan terus memantau perkembangan penanganan proyek tersebut. Red