Rasau Jaya, Nuusantara News – Operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau yang dikenal sebagai Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Rasau Jaya terpaksa dihentikan untuk sementara waktu. Langkah ini diambil menyusul ditemukannya kendala teknis terkait sistem pengolahan limbah dan standar kelayakan operasional.
Penutupan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan bahwa seluruh proses produksi makanan memenuhi standar kesehatan dan lingkungan yang ketat. Dua poin utama yang menjadi alasan penangguhan operasional adalah:
• Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL): Ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam sistem pembuangan limbah cair hasil produksi dapur. Perbaikan diperlukan agar limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan sekitar dan sesuai dengan regulasi lingkungan hidup.
• Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS): Terdapat beberapa parameter dalam standar sanitasi yang perlu ditingkatkan guna memperbarui atau memenuhi kualifikasi SLHS. Hal ini mencakup alur produksi, kebersihan area kerja, hingga manajemen penyimpanan bahan baku.
Komitmen Terhadap Kualitas
Pihak pengelola menegaskan bahwa penutupan ini bukanlah penghentian permanen, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan profesional untuk menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
Selama masa penutupan, tim ahli akan dikerahkan untuk melakukan renovasi pada sistem drainase dan pengolahan limbah. Selain itu, akan dilakukan audit internal menyeluruh terhadap prosedur sanitasi.
• Distribusi makanan bergizi gratis di wilayah terdampak akan mengalami penyesuaian jadwal.
• Pemerintah daerah dan pihak terkait sedang mengupayakan solusi alternatif agar kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi selama masa perbaikan.
Diharapkan proses perbaikan ini dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga SPPG Rasau Jaya dapat kembali melayani masyarakat dengan standar keamanan dan higienitas yang lebih optimal. Ibn

