Pontianak, Nuusantara News - Keluhan warga RW 025, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, terkait keberadaan bak penampungan sampah di kawasan Pasar Teratai yang menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan masyarakat, mulai mendapat respons.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Satarurudin, S.H., M.H., turun langsung ke tengah masyarakat untuk merespon terkait bak penampungan sampah dan saluran drainase yang sebelumnya dikeluhkan warga.
Kehadiran Satarurudin mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai, langkah turun langsung ke lapangan merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan yang selama ini mereka rasakan.
Selain persoalan bau akibat bak sampah, warga juga menyampaikan kondisi saluran drainase yang tersumbat dan dinilai mengganggu aliran air, khususnya ketika hujan turun.
Satarurudin disebut tidak hanya menerima keluhan masyarakat, tetapi juga langsung melihat kondisi di lapangan dan memberikan langkah penyelesaian secara nyata.
“Kami mengucapkan terima kasih karena sudah datang langsung ke tengah masyarakat dan mau mendengarkan keluhan kami. Persoalan bak sampah yang berbau dan saluran yang tersumbat langsung dilihat dan ditindaklanjuti,” ujar salah seorang warga.
Warga berharap langkah tersebut dapat menjadi awal penyelesaian persoalan bak penampungan sampah di kawasan Pasar Teratai, sehingga tidak lagi menimbulkan bau dan mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Sementara itu, warga juga berharap Pemerintah Kota Pontianak dan instansi terkait tetap melakukan evaluasi terhadap pengelolaan sampah serta keberadaan fasilitas penampungan sampah di kawasan tersebut.
Bagi masyarakat, kehadiran langsung di lapangan dinilai menjadi bentuk nyata dalam merespons aspirasi warga, bukan sekadar menerima laporan tanpa tindak lanjut.
Warga pun menyampaikan apresiasi kepada Satarurudin, yang dinilai telah hadir dan mau mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat Perumnas 1, khususnya warga di sekitar Pasar Teratai.

